Energi

Pelindo III melayani segmen usaha pada bidang energi baik untuk minyak dan gas bumi serta ketenagalistrikan. Pelayanan Pelindo III untuk komoditas minyak dan gas bumi meliputi penyediaan terminal energy (oil and gas), power plant, shore connection, fuel supply dan waste management.

Energi

Melalui terminal dan anak perusahannya, Pelindo III mengusahakan bisnis energi untuk para pengguna jasa pelabuhan. Dalam lingkup oil and gas terminal, terdapat Benoa Terminal dan PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) yang mengoperasikan regasifikasi LNG melalui Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). FSRU sendiri adalah sebuah kapal yang dilengkapi oleh peralatan yang mampu merubah LNG (Liquid Natural Gas/Gas Alam Cair) dari bentuk cair ke bentuk gas (Regasifikasi) untuk kemudian disalurkan ke konsumen melalui jaringan pipa gas. Teknologi ini memungkinkan penyimpanan LNG cair yang andal, aman dan ekonomis karena lokasinya bedekatan dengan Power Plant dan Industri.

Tujuan dibangunnya terminal LNG ini adalah sebagai pintu gerbang penerimaan gas alam khususnya LNG di pulau Bali. Salah satu alasan yang mendorong pembangunan terminal LNG di pulau Bali adalah turut mensukseskan program “Bali Green Province” yang diusung oleh pemerintah provinsi Bali. Dalam program tersebut, pemerintah provinsi Bali mewajibkan penggunaan gas sebagai bahan bakar di seluruh hotel di kawasan Bali. Peralihan penggunaan BBM ke BBG selain menghemat biaya juga dapat menjaga kelestarian lingkungan.  

Selain bergerak di bidang terminal energi, PT PEL juga menangani bisnis BBM dan pengelolaan limbah. PT PEL memiliki Marine Power Supply (MPS) yang lebih efisien, murah dan ramah lingkungan dibandingkan genset yang menggunakan bahan bakar solar. Bekerja sama dengan PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik, PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia BBM dan Pelindo III sebagai pemilik pelabuhan, PT PEL melayani kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan yang dimiliki Pelindo III terkait kebutuhan listrik, bahan bakar dan air dengan menyediakan fasilitas One Stop Service Terminal. PT PEL juga turut mendukung program Eco Green Port Pelindo III melalui unit bisnis pengelolaan limbahnya.

Dalam lingkup power plant, Pelindo III melalui cucu perusahaan PT Lamong Energi Indonesia (PT LEGI) membangun PLTMG Teluk Lamong dengan kapasitas 6,6 MW. Dalam mendistribusikan listrik, shore power connection merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan di pelabuhan dalam mengurangi tingkat emisi di pelabuhan. Kapal yang sandar di pelabuhan, tidak perlu lagi menghidupkan mesin bantunya dalam memenuhi kebutuhan listrik di kapal, karena kebutuhan listrik kapal akan disuplai dari shore power connection.

Manfaat Shore Power Connection :

  • Mampu menghemat konsumsi bahan bakar yang seharusnya digunakan untuk daya kapal saat di pelabuhan
  • Mengurangi polusi udara di pelabuhan akibat konsumsi bahan bakar dari permesinan bantu kapal.
  • Meningkatkan pendapatan Pelabuhan